
Kalau menyebut kata perang tentunya tidak ada enaknya, dan mana ada yang sehat, baik perang antar negara, perang antar etnis atau perang harga di dunia perdagangan. Nah perang harga itu sekarang sedang merambah Indonesia ,khususnya di Bali dan Jakarta karena di dua kota inilah produk yang akan saya bicarakan sedang panas-panasnya, walaupun sudah merambah di kota lain namun di dua kota inilah fenomena itu terjadi.
Saat ini bisnis lulur di Jakarta sedang “BOOMING” khususnya lulur yang berlabel “SEKAR JAGAT”, dan tidak hanya di Jakarta saja tapi di kota-kota diluar Jawa pun sudah merasakan lulur yang mempunyai aroma khas bunga melati ini. Saya mengenal lulur ini sudah dari tahun 2002 ketika kakak saya mengoleh-olehinya dari Bali, dengan kemasan yang masih jadul mudah pecah, dan pertama kali saya rasakan manfaatnya yang sangat cepat mengangkat sel kulit mati menjadikan kulit bersih, dan meninggalkan bau harum yang khas. Waktu itu harganya masih Rp. 20.000,- per pcsnya masih belum booming pasarannya. Lalu saya cari tahu ke kakak saya gimana caranya dapetin ini barang supaya bisa aku jual lagi? Walaupun kakak saya tinggal di Bali tapi tidak tahu keberadaan benda yang digilai para wanita yang ingin tampil bersih kulitnya (tidak semua sih..seneng luluran hehhe), ya sudah saya jadi tidak minat lagi. Secara kebetulan 6 bulan yang lalu saya menemukan website yg menjual produk yg selama ini saya cari2, langsung deh tidak pake kata ntar saya langsung order sebanyak 60 pcs, kala itu harganya msh 10.000/pcs dari distributor.
Dalam satu minggu dagangan saya habis dibeli teman-teman kantor, kemudian saya order lagi dan skarang tidak hanya teman kantor saja yang saya tawarkan tapi salon, setiap hari minggu saya hunting ke salon-salon menawarkan dagangan saya ini, ibaratnya saya ya salesnya, ya marketingynya, ya mungkin direkturnya, amien, mudah2 an kesampaian. Hingga bergulirnya waktu, sekarjagat sudah meramaikan kancah bisnis per-luluran khususnya di Jakarta, banyak reseller saya yang hengkang tanpa alasan, penjualan anjlok, dan ada juga reseller saya yang bisa langsung beli ke distributor dan anehnya lagi bisa langsung beli dipabrik, wah….saya kalah cepat nih….secara memang modalnya yg sangat kefefet banget, terpaksanya ya ngalah. Memang dimana-mana yang modalnya besar itu berkuasa dan apalagi ditambah rasa kemaruk yg berlebihan ya sudah dilibas lah pengusaha2 yang kecil. Terusin ya……sampai kemudian harga yg tadinya bisa bertahan di margin 10.000/pcs, turun drastis sampai angka 7.000/pcs, belum termasuk ongkir, wah gila nih, gw aja dari sana udah segitu terus gw harus jual berapa nih. Dan konyolnya lagi harga di patok 7000 dari agen Bali yg ambil langsung dari pabrik, dipajang besar2 di blognya, memang sih tidak ada larangan untuk membuat harga dagangannya suka-suka, yang penting barang laku. Tapi kan tidak seenaknya begitu, paling tidak di dunia dagang ada hukumnya kok, namanya aja hukum dagang, ada bukunya lagi, dan aturannya, tidak bisa sembarangan memberikan harga, yang ada kasihan sub agen dan para resellernya, mau di jual berapa harga yg sudah jatuh, yang ada semakin malas saja saya jualan lulur, namun orderan tetep saya terima untuk yang minta saja, kalo gak ada ya males saya.
Menyoali yang tadi “asal barang dagangan laku, verdom sechh….(bener gak sih) yang lainnya bodo amat, pokoke itulah kata si menir. Hal ini terjadi, menurut saya karena pihak pabrik tidak mempunyai standarisasi system harga jual, di pabrikpun sepertinya menerapkan system “yang penting barang laku”, dan tidak ada pengawasan terhadap distributor. Di Bali sendiri harga lulur ini sangat jatuh sangat…..sampai, sampai distributor berani hanya ambil untung Rp. 500,- dan katanya lagi harga Rp. 7.000,- itu tanpa ongkir….bussyet……(waduh padahal saya gak mau nyebutin ibunya syet…..lho…maaf terpaksa), padahal saya tahu persis harga dipabrik itu berapa, dan dalam sehari dibuat berapa pcs. Dan yang terjadi serbuan dari Jakarta yang mendadak menjadi agen lulur sekarjagat, krn dengan membeli 100 pcs mereka bisa mendapatkan harga di bawah 7.000,- (maaf saya tidak bisa menyebutkannya, tapi paling tidak distributor ada keuntungan 1.000 / per pcsnya , katanya gak mau disebutin …wah…udah diketik susah ngapusnya,…..biarlah).
Dan apa yang terjadi, di Jakarta harga sekar jagat melambung tinggi dan sangat bervariatif kenapa tidak saya katakan cukup ber-variatif, karena banyak sekali yang memberikan harga yang berbeda, untuk per-pcs nya ya, ada yang menjual 9.000, 9.500, 10.000, 11.000 (di temui dii Cibubur harganya sekian), 12.000, 13.000, 15.000, 20.000, 30.000, 40.000, 50.000, dan ada juga 80.000,- , hebat gak tuh. Luar biasa.
Karena bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat2, yang ada orderan membanjiri pabrik sekarjagat di jl sri rama itu, yang pada akhirnya pabrik tidak bisa memproduksi sesuai pesanan, barang sudah ada tapi belum di tempel label, yang tentunya pengiriman menjadi tertunda, yang biasanya saya bisa pesan hari ini barang bisa besok sampai sekarang saya harus menunggu 2 hari, wlaupun sebenarnya saya termasuk cepat mendapatkan barang.
Sehatkah bisnis seperti ini??
Cara-cara main sikat seperti ini apa memang sudah menjadi trade mark sendiri di dunia dagang?
Harus bagaimanakah langkah yang harus dihadapi dengan suasana bisnis yang seperti
ini?
Kira-kira diteruskan tidak berbisnis lulur ini?
Walaupun saya juga awam mengenai system managemen dagang, apalagi mengenai pembagian produk, yang saya ketahui produk tsb harus ditangani satu lubang atau yg biasa disebut agen tunggal atau distributor, nah dari situ baru deh dibagi-bagikan ke sub distributor atau reseller, dan tentunya ada pengawasan harga, sudah ada patokan harganya, bagi sub agen yg mbalelo ngasih harga sak karepe dewe cut over saja, jgn di kasih barang lagi, kecuali kalo dia maukasih hadiah cuman2 diluar dari system ya silahkan, itung2 kan menarik pembeli. Bukan begitu…??! Maaf kalao salah tolong dikoreksi.
Ini sedikit curhat tentang bisnis yang saya coba untuk berusaha yang pada akhirnya sangat mengecewakan, makan hati…(gak ada teh botol lagi….), mungkin dari rekan-rekan pembaca yang mengerti tentang hukum dagang, atau cara berbisnis yang bersih, baik dan benar itu seperti apa, dan mengenai pertanyaan-pertanyaan saya diatas bagaimana mengatasinya, perlukah saya mundur dari percaturan bisnis lulur, walaupun produk yang saya jual tidak hanya sekarjagat saja. Atau perlu saya buat PABRIK LULUR untuk menyaingi SEKAR JAGAT ??? ini baru top namanya…….
Salam manis buat para pengusaha/pedagang lulur sekarjagat dimana anda berada.